
.....Ketika kita mendapat kepercayaan dari orang lain, ketika itu juga kita mempunyai kebebasan untuk bertindak terhadap hal yang dipercayakan. Sekali kita tidak dapat dipercaya maka kepercayaan itu tidak bisa dikembalikan seperti semula. Kepercayaan itu mahal harganya. Ketika kita menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepada kita, pada saat itu pula kita di hadapannya tidak ada harganya.
.....Ada kalanya berbohong itu dibenarkan, asalkan demi sebuah kebaikan. Dalam praktiknya memang akhirnya kadang sulit dibedakan mana kebohongan yang demi kebaikan, mana kebohongan yang demi kepentingan diri. Prinsip yang harus dipegang adalah jangan mudah berkata bohong.
.....Membangun kepercayaan bukanlah hal yang mudah. Usaha kita adalah menjadikan diri kita layak dipercaya oleh orang lain. Sering kali orang yang pandai berbicara berusaha untuk meyakinkan kata-katanya bahwa ia layak dipercaya. Namun penilaian tetaplah ada di pihak yang memberi kepercayaan. Bukan kata-kata yang dijadikan ukuran seseorang layak dipercaya. Tindakanlah yang membuktikan apakah kita itu layak dipercaya atau tidak.
Sabtu, 23 Juli 2011
Kepercayaan itu mahaL. . .!!!
@_^ LieL_uL di 08.55 0 komentar
Selasa, 28 Juni 2011
MoMenTuM isRa' mi'RaJ
"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS Al-Isra' [17]: 1)
Perjalanan Isra dimulai Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Makah) ke Masjidil Aqsha (Yerusalem), kemudian dilanjutkan dengan Mikraj yang membawanya naik ke langit menuju Sidratul Muntaha dan kembali lagi ke Makah menjelang terbitnya fajar pada malam itu juga.
Telah diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau naik ke langit, lalu dibukakan baginya pintu-pintu langit sehingga mencapai langit yang ketujuh, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berbicara kepadanya dan mewajibkan shalat yang lima waktu kepadanya.
Pertama-tama Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkannya lima puluh kali shalat, namun Nabi kita tidak langsung turun ke bumi, tapi beliau kembali kepadaNya dan minta diringankan, sampai akhirnya hanya lima kali saja tapi pahalanya sama dengan lima puluh kali, karena suatu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Puji dan syukur bagi Allah Ta’ala atas semua nikmatNya.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta’ala. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du,
“DUNIA makin menua, namun tetap cantik dan kian mempesona untuk dipandang dan dinikmati…”
Kalimat itu, menurut sebuah riwayat, diucapkan Malaikat Jibril dalam peristiwa Isra Mi’raj. Hal itu dikemukakan ketika menjawab pertanyaan Rasulullah SAW, setelah beliau “diganggu” oleh seorang wanita tua namun tetap menampakkan kejelitaannya. Wanita tua yang menunggang kuda dan berteriak, “Ya Muhammad… Ya Muhammad!”
Kisah itu bisa menjadi “starting point” renungan,
Kisah itu seharusnya mampu menyadarkan,
bahwa sama saja dengan dunia ini......!,makin renta namun kian jelita.
Manusia seakan tidak peduli bahwa dunia ini makin “renta” dan kian dekat pada “kematiannya” (kiamat).
Melalui isra' mi'raj,semoga dapat menjadi muhasabah...!, dan semakin menyadarkan arti pentingnya shalat,ibadah yang mengandung dimensi batin mendalam yang menghubungkan aspek rohaniah manusia dengan Tuhannya.
Manusia dapat menjalin komunikasi langsung dengan Tuhan dalam bentuk pengabdian, penyembahan dari hamba yang lemah tanpa perantara apa pun dan siapa pun. Sejak membaca takbiratul ihram hingga salam, orang yang melaksanakan salat langsung bermunajat kepada Allah.
Segenap puji dipanjatkan ke hadirat-Nya. Berbagai macam doa dimohonkan kepada-Nya, permohonan petunjuk jalan yang lurus, ampunan atas segala kesalahan dan dosa, rahmat dan kasih sayang, sampai keselamatan di dunia dan akhirat, semuanya dilantunkan di hadapan Zat Yang Maha Kuasa.
Seluruh aktivitas tersebut dilakukan sungguh-sungguh, khusuk, dan dihayati dengan segenap keimanan yang memupuk hati nurani manusia untuk selalu ingat kepada Tuhan-Nya dan sekaligus memiliki kekuatan jiwa dalam menangkal segala macam godaan hawa nafsu yang dapat menarik manusia untuk berbuat keburukan, menanamkan benih kebencian kepada-Nya, yang akhirnya akan menjerumuskan manusia ke jurang kenistaan.
@_^ LieL_uL di 08.18 0 komentar
Sabtu, 25 Juni 2011
bEda TiPis CinTa & bEnCi
“Cintailah apa yang kamu cintai sekedarnya saja, boleh jadi apa yang kamu cintai itu menjadi sesuatu yang paling kamu benci pada suatu hari nanti. Bencilah Sesuatu yang yang kamu benci sekedarnya saja, boleh jadi ia akan menjadi sesuatu yang paling kamu sukai pada suatu hari nanti.”(HR. Tirmidzi)
YAA MUQOLLIBAL QULUUB...TSABBIT QOLBI 'ALA DIINIKA
"Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya. "(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan)
AL-HUBBU FILLAH, AL-BUGHDU FILLAH
@_^ LieL_uL di 06.53 1 komentar
Selasa, 26 April 2011
:::Perjuangan menuju Deadline Tugas Akhir:::
Sebagian dari Anda mungkin berpendapat bahwa berada dalam tekanan (underpressure) sungguh tidak menyenangkan.
Menggelisahkan.....
Aktivitas yang semestinya berlangsung dengan baik – bila dilakukan pada kondisi normal – justru jauh dari perkiraan.
Pada masa-masa pengerjaan tugas akhir, mahasiswa terkadang dininabobokkan oleh waktu yang masih panjang beserta jadwal yang tidak terlalu padat. Lambat laun waktu berjalan, hingga tak sadar waktu yang disediakan segera berakhir. Mendekati deadline, seringkali rasio dan hati tak dapat bekerja optimal. Suatu aktivitas yang biasanya bisa dikerjakan dengan baik (bahkan nyaris sempurna) dalam waktu singkat ternyata baru bisa dinyatakan selesai setelah memakan waktu relatif lebih lama, pun dengan kualitas standar: sekedar menggugurkan kewajiban. Namun, dibalik arus utama yang menyatakan demikian, pada kondisi menjelang deadline justru hal luar biasa terjadi. Hal luar biasa? Ya, dengan percaya diri saya bisa mengatakan demikian.
Dalam keadaan tertekan (salah satunya dialami ketika menghadapi deadline), manusia secara tidak sadar mengeluarkan insting-naluri alamiahnya. Naluri untuk mempertahankan hidup (hal samai juga terjadi pada binatang) muncul dan mendominasi. Dalam konteks ini, niat untuk bertahan dan menyelesaikan pekerjaan apapun meningkat ke level tertinggi. Inner power – kekuatan internal dalam diri dengan kualitas/kuantitas maksimal, kekuatan yang biasanya tidak terlihat pada kondisi normal, akan muncul dengan sendirinya dan bisa jadi membuat yang bersangkutan takjub. Pada akhirnya lahir sebuah pernyataan dalam diri: ternyata saya bisa juga seperti ini, ya?
Nah, dibalik fenomena deadline ini, sebuah pertanyaan sederhana muncul dan menggelitik batin saya, apakah fenomena deadline ini merupakan anugerah atau (justru) musibah? Dan apakah kemampuan-performa terbaik hanya bisa muncul ketika berhadapan dengan deadline?
Well, apapun yang terjadi, the show must go on.
Masih ada kesempatan untuk............................
Berusaha Jadi yang TERBAIK. . .
@_^ LieL_uL di 18.39 0 komentar
Sabtu, 09 April 2011
::Mencoba menjadi abu2 diantara Idealis vs Realistis...?::
Suatu hal yang kita pikirkan seharusnya bisa ideal terkadang atau bahkan selalu akan terbentur dengan realitas yang kejam. Sehebat apapun kita memikirkan sebuah konsep yang ideal dan juga teknis yang jumawa untuk mewujudkannya tidak menjamin bahwa kondisi ideal akan tercapai. Akan banyak sekali faktor yang turut menentukan realitas yang terjadi.
. . .ketika masih kuliah bertindaklah seidealisme mungkin, ketika lulus nanti bertindaklah serealistis mungkin. . .
Hal ini membuat saya bertanya-tanya. buat apa kita memikirkan hal yang ideal toh pada akhirnya hal tersebut harus kalah oleh realita yang kejam. Pada akhirnya orang-orang yang menjaga idealisme lah yang nantinya akan terpinggirkan dan tergerus oleh realitas dan akhirnya mereka akan mengikuti kemauan umum. Buat apa kita memikirkan hal ideal toh pada akhirnya hal tersebut hanya menjadi angan-angan belaka tanpa mampu dipraksiskan menjadi realita.
Apabila hal yang ideal itu mustahil untuk dicapai buat apa kita susah payah memperjuangkannya. Pada akhirnya justru orang-orang yang menyuarakan kesempurnaan idealisme yang termarjinalkan, dianggap “ngga realistis” dan orang-orang mungkin memngganggap dia sebagai pahlawan nanmun tidak tergerak untuk melakukan hal yang sama dan hanya “memuja” tindakannya bak berhala yang dijadikan tumpuan harapan untuk melakukan perubahan bagi lingkungannya yang notabenenya lingkungan orang-orang realistis juga.
Kita perlu untuk mengetahui, menyadari dan memperjuangkan idealisme. Karena idealisme tersebutlah yang akan mendefinisikan kita. Yang menentukan kebenaran yang kita pegang yang kita jadikan dasar untuk mempraksiskannya menjadi realitas namun kita tidak harus menjadi orang yang tidak realistis selalu memaksakan idealisme kita. Karena pada praksisnya kita tidak bisa memaksakan idelaisme kita. kita hanya dapat berusaha dan terus berusaha untuk mewujudkan apa yang kita anggap benar namun ketika kita terbentur dengan realitas yang ada kita harus mampu menjadikannya sebuah permbelajaran dan tetap mengetahui apa yang benar dan apa yang salah. Itulah mengapa kita perlu memiliki idealisme, Kita perlu idealisme dalam diri kita untuk menginterpretasi realitas dalam lingkup benar dan salah baik dan buruk.
Idealisme lah cermin terakhir dalam jiwa kita tentang benar dan salah. dan itu menjadi penting sekalipun nantinya kita akan terbawa arus realitas yang kejam.
Di dunia ini tidak hanya ada benar dan salah, hitam dan putih. Ada area abu-abu disana dan kebanyakan daripada kita berkecimpung didalamnya. Jadikan hati kita menjadi filter yang mampu melihat mana hitam dan mana yang putih dari abu-abu tersebut.
@_^ LieL_uL di 22.02 0 komentar
Selasa, 22 Maret 2011
::Love u Lumajang_kuuuuu. . .::

tlepuk beach
ranu bedali lumajang
hutan bambu lumajang
water park lumajang
![]()
Agro wisata Bunga
Masyarakat Kabupaten Lumajang selayaknya tiada henti bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah terbesar berupa Gunung Semeru yang menjadi icon Lumajang. Gunung Berapi tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 dpl itu menyimpan energi dan potensi yang sungguh Luarbiasa. Material Vulkanik Gunung Semeru berupa pasir besi yang jumlahnya berjuta-juta kubik nyaris tiada pernah habis ditambang. Pasir Khas Lumajang ini diyakini merupakan pasir terbaik yang digunakan untuk material bangunan-bangunan perkotaan diantaranya gedung bertingkat dan jalan tol. Material Vulkanik Gunung Semeru berupa pasir besi dan batu kali tidak hanya menghidupi para penambang pasir dan pemecah batu melainkan juga merupakan pendapatan asli daerah yang seyogyanya bisa dinikmati oleh keseluruhan masyarakat Lumajang dalam wujud pembangunan yang berpihak bagi sebesar-besarnya kepentingan masyarakat.
Bangunannya khas seperti di Bali. Suasananya juga khas seperti di Bali. Bahkan lokasinya juga khas seperti di Bali. Namun, ini bukan Bali melainkan Senduro, Lumajang yang memiliki pura tertua di Nusantara dan dijadikan pusat keagamaan umat Hindu seluruh nusantara.
pemandian alam selokambang
buah khas lumajang

pantaibambang


ranu klakah
@_^ LieL_uL di 03.24 1 komentar



